Brigjend Pol Dr.Agung Makbul.Drs.,S.H.,M.H ( karosuhlukum Divkum Polri ) menghadiri acara giat seminar kebangsaan tentang ujaran kebencian ( Hate Spech )

22

Yogyakarta – braind.id – Brigjend Pol Dr. Agung Makbul.Drs.,S.H.,M.H (karosuhlukum Divkum Polri) mengisi acara giat seminar kebangsaan tentang ujaran kebencian (Hate Spech) di Aula Institut Seni Indonesia di Jogjakarta pada Sabtu tanggal 16 Desember 2017.

Di dalam giat seminar tersebut sebagai panita NASA yang bergerak dibidang multilever marketing mempunyai tujuan agar fokus pada marketing saja, jangan terpancing oleh sesuatu ujaran kebencian yang akan merusak nilai-nilai kebangsaan, untuk membekali peserta dengan pengetahuan hukum-hukum atau peraturan yang berlaku di Indoensia.

Dalam seminar tersebut, memyampaikan  betapa pentingnya pencegahan ujaran kebencian yang dapat memecahkan persatuan dan kesatuan di dalam berbangsa dan bernegara.

“Pencengahan ujaran kebencian sangat lah perlu, dan kita semua harus menjaga persatuan bangsa dan ideologi Pancasila, dalam hal ini Polri di tuntut peran aktif Di dalam nya dan melalui surat edaran Kapolri SE/6/X/2015 tentang ujaran kebencian (Hate Spech),” kata Brigjend Pol Dr. Agung Makbul.Drs.,S.H.,M.H.

Di tinjau dari SEKAP nomor SE/6/X/2015, Perbuatan Ujaran kebencian sangat perlu di tangani karena memiliki dampak Harkat dan Martabat manusia, mendorong terjadinya kebencian kolektif , pengucilan, diskriminasi dan kekerasan,” ujar Brigjend Pol Dr. Agung Makbul, Drs.,S.H.,M.H.

Menurut Jendral bintang satu Polisi ini, “masalah ujaran kebencian harus dapat di tanganin dengan baik, karena dapat menggangu prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.”

“Penerapan SE Kapolri tentang Hate Speech bukan bertujuan membungkam kebebasan berpendapat tapi di tujukan internal, ini bukan diperintah untuk penegakan hukum, tetapi lebih mengarah pada upaya pencegahan ujaran kebencian .” ujar beliau.
Sebagai pedoman penangganan tindakan Hate Speech oleh Kepolisian Republik Indonesia secara Preventif dan Represife/Penegakan huku.

Agar istilah Hate Speech di pahami secara seragam dan merata , baik oleh Kepolisian maupun masyarakat dalam menanggani  masalah Hate Speech , Kepolisian memiliki landasan hukum Nya .
Dengan Dasar Hukum sebagai berikut ;
1. Kitap Undang Undang Pidana .
2. UU no.39 TH 1999 TTG HAK ASASI MANUSIA.
3. UU no. 2 TH 2002 TTG KEPOLSIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.
4. UU NO.11 TH 2005 TTG RATIFIKASI KONVENSI INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI.
5. UU NO. 12 TH 2015 TTG RATIFIKASI KONVENSI INTERNASIONAL HAK HAK SIPIL DAN POLITIK.
6. UU NO. 11 TH 2008 TTG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK.
7. UU NO. 40 TH 2008 TTG PENGHAPUSAN DISKRIMINASI RAS DAN ETNIS.
8. UU NO.7 TH 2012 TTG PENANGGANAN KONFLIK SOSIAL.
9. PERKAP NOMOR 8 TH 2009 TTG IMPLENTASI PRINSIP DAN STANDAR HAK ASASI MANUSIA DALAM PENYELENGGARAAN TUGAS KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.
10. PERKAP NO. 8 TH 2013 TTG TEKNIS PENANNGANAN KONFLIK SOSIAL.
11. PERKAP NO. 14 TH 2012 TTG MANEJEMENT PENYIDIKAN TINDAK PIDANA.
12. SURAT EDARAN KAPOLRI NO. 6/X/2015 TH 2015 TTG PENANGGANAN UJARAN UJARAN KEBENCIAN/ HATE SPEECH.
Ujaran kebencian ( Hate Speech ) dapat berupa tindak pidana ( KUHAP )
1. PENGHINAAN.
2. PENCEMARAN NAMA BAIK.
3. PENISTAAN.
4. PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN .
5. MEMPROVOKASI.
6. MENGHASUT.
7. PENYEBARAN BERITA BOHONG DENGAN TUJUAN JAHAT .

Dalam KUHAP , tindakan tersebut di atas di ketegori kan atau di kenakan .
1. Pasal 154-157 ( kebencian terhadap pemerintah , bendera/lambang negara , dan beberapa golongan
2. Pasal 175-177 ( menganggu kegiatan keagamaan/ benda benda ibadah )
3. Pasal 207-208 ( menghina penguasa/badan umum yang ada di Indonesia )
4. Pasal 310-321 ( menghina/menyerang/mencemarkan/fitnah terhadap nama baik seseorang )

Dengan diterbitkan Surat Edaran tersebut, tentunya Polri mengharapkan;
1. Adanya persamaan pemahaman anggota polri terhadap isu ujaran kebencian Hate Speech yang jika di biarkan akan berkembang menjadi Hate Crime dan Berpotensi memicu konflik.
2. Muncul nya sikap peka dalam cegah konflik dengan mengaktif kan kembali laporan polisi ‘ modeal A ‘ oleh setiap anggota polri saat melihat , mendengar , mengalami Hate Speech .
3. Terwujud nya aplikasi penangganan Hate  Speech oleh personil polri .
4. Tersosialisasi nya kebijakan penangganan Hate Speech kepada personil polri, intansi terkait ( Penyelenggara Negara ) Toga , Tomas , Todat , dan masyarakat .
5. Timbul kepedulian masyarakat bila ada Hate Speech , dengan cara melaporkan kepada petugas kepolisian .
“DAMAI ITU AMAN ,  INDAH , NIKMAT , BAHAGIA , DAN HIDUP BAGAI KAN DI SURGA.”
Ungkap Brigjend Pol Dr. Agung Makbu, Drs.,S.H.,M.H. (Gerbang Imanuel)

22 KOMENTAR

  1. Wonderful article! That is the type of information that are supposed to be
    shared across the internet. Shame on Google for no longer
    positioning this submit upper! Come on over and seek
    advice from my website . Thanks =)

  2. Caratteristiche Levitra 10 Mg [url=http://cialiviag.com]cialis 5mg best price[/url] 24hr Candian Pharmacy Cialis Und Viagra Zusammen Einnehmen Doxycycline Isotretin Best Website

  3. I blog often and I truly thank you for your information. This article has really peaked my
    interest. I will bookmark your website and
    keep checking for new information about once a week.

    I subscribed to your RSS feed as well.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here