BPPT Resmi Membuka Gelaran Rapat Kerja BPPT Tahun 2018

0

JAKARTA, braind.id Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza secara resmi membuka gelaran Rapat Kerja BPPT Tahun 2018, Selasa (12/03/2019), di Auditorium Gedung II BPPT, Jl. MH Thamrin No 8, Jakarta.

Rapat Kerja BPPT kali ini menjadi sangat penting dalam menentukan langkah BPPT kedepan, karena tahun 2019 ini merupakan RPJMN 2015-2019 dan awal dari penyusunan Rancangan RPJMN 2020-2024.

Dalam sambutannya Kepala BPPT mengatakan bahwa Rapat Kerja kali ini merupakan suatu hal yang penting dalam menentukan kebijakan, terutama dalam upaya meningkatkan peran dan kontribusi BPPT dalam pembangunan nasional guna peningkatan daya saing nasional dab kemandirian bangsa.

“Kebijakan dan keputusan yang kita ambil dalam Raker BPPT 2019, akan menjadi dasar seberapa besar BPPT akan berkontribusi dalam pembangunan nasional pada lima tahun mendatang dan mempercepat terciptanya Indonesia Berdaya Saing dan Berdaulat Berbasis Iptek,” kata Hammam, saat acara Penguatan Kelembagaan, Pemberdayaan SDM dan Penajaman Program Kita Tingkatkan Peran BPPT dalam 2020-2024.

Lanjut Hammam, upaya BPPT tahun 2020-2024 lanjutnya, dilakukan melalui mekanisme Flagship sehingga pemanfaatan kompetensi SDM, fasilitas dan anggaran dapat dilakukan secara sunergis, optimal.

Selain itu, kata dia, seluruh kegiatan BPPT harus berdasarkan pada Demand Driven Innovation sehingga hasil produk inovasinya dapat termanfaatkan sesuai kebutuhan pengguna baik industri, instansi, pemerintah maupun masyarakat luas secara cepat sesuai nilai SPEED dari tagline BPPT Solid, Smart dan Speed.

“Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) posisi daya saing Indonesia pada tahun 2018 berada peningkat 45. Di kawasan Asia Tenggara Peringkat daya saing Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Singapura (2), Malaysia (25), dan Thailand (38). Sementara nilai Adopsi ICT (61,1), Kecanggihan Bianis (69,0) dan Inovasi (37,0) dari skala 1-100,” ujarnya.

Ia menambahkan, Hal ini mencerminkan bahwa Iptek belum berperan secara signifikan dalam meningkatkan daya saing Indonesia.

Di sisi lain urai Kepala BPPT, kebijakan “Making Indonesia 4.0” yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam rangka memasuki era revolusi Industri 4.0, memerlukan berbagai kesiapan yang holistik mulai dari pembangunan dan penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan dan penguatan sektor iptek, kebijakan dan regulasi pendukung. (dade)