Berkas Pemerkosa Anak Kelas 5 SD di Manokwari Segera Tahap Satu

7

PAPUA BARAT, braind.id – Penyidik Satreskrim Polres Manokwari dalam waktu dekat akan segera lakukan tahap satu berkas perkara tersangka pembunuh dan pemerkosa anak perempuan kelas 5 SD (11tahun), di Kompleks Swapen Manokwari, Provinsi Papua Barat, Kamis (1/03/2018) lalu.

Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP. Indro Rizkiadi mengatakan berkas perkara tersangka HK akan dilipahkan setelah pemeriksaan barang bukti (BB) di Laboratorium Forhensik (Labfor) di Mabes Polri, Jakarta. Namun, hasil pemeriksaan BB yang dilakukan uji Labfor sudah ada hasilnya dan tim sudah akan kembali ke Manokwari.

“Jadi kita penyidik tidak ingin hanya katanya-katanya, tetapi faktanya itu dari keterangan ahlinya bahwa tes DNA ini sudah kita lakukan secara prosedur dan kita juga sudah lakukan pengecekan tes DNA tersangka HK. Ya, tindak menutup kemungkinan akhir bulan kita segera tahap satu berkas perkara,”ujar Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP. Indro Rizkiadi kepada braind.id, diruang kerjanya, kemarin.

Kemudian mengenai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), lanjut Kasat Reskrim, penyidik sudah mengirimnya ke Kajaksaan Negeri (Kejari) Manokwari beberapa waktu lalu.

“Berkasnya tinggal tunggu hasil pemeriksaan BB di Labfor, langsung kita tahap satu. Kita akan rekontruksi, sesuai kebutuhan, tapi kita akan menunjuk petunjuk lanjutan dari pimpinan terkait rekontruksi tersebut,”katanya.

Selanjutnya, sebutnya, dalam kasus ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk dari keluarkan korban dan semua saksi sudah membernarkan bahwa pelakunya adalah HK.

“Keterangan dari beberapa saksi, satu diantaranya menyampaikan bahwa melihat pelaku. Kemudian keterangan dari keluarga korban pertama pada saat hari itu dan memang benar dialah (HK) pelakunya,”jelas Rizkiadi.

Rizkiadi menerangkan, keluarga korban pertama pada saatu mengaku mengetahui pelaku pembunuhan anak perempuan kelasa 5 SD itu, karena si pelaku ini sempat tinggal bersama-sama dengan keluarga korban pertama (JR).

“Jadi sebelum kejadian sebelum yang lalu, pelaku ini diambil oleh keluarga JR tingga di rumahnya karena pelaku ini tidak memiliki aktivitas yang jelas dalam artian tinggalnya di jalan-jalan. Nah, di dapatlah pelaku ini oleh orang tua JR dan pelaku dibawalah ke rumah untuk tinggal bersama keluarga JR sambil pelaku ini kerja bangunan,”katanya.

Namun, sebutnya, pelaku tinggal selama kurang lebih sebulan di rumahnya keluarga korban pertama (JR). Sambungnya, kemudian pelaku pada saat itu mau melakukan aksi bejatnya kepada korban JR, tetapi koban pertama ini karena beroktak dan pelaku pun kabur dan hasratnya tidak tercapai.

“Keterangan dari semua saksi yang diperiksa termasuk keluarga korban JR dan HS sudah membenarkan bahkan pelaku pun mengakui perbuatan berjatnya dalam pemeriksaan,”tandasnya. [fg]

7 KOMENTAR

  1. Oh my goodness! Awesome article dude! Thank you so much, However I am
    going through troubles with your RSS. I don’t know why I
    can’t subscribe to it. Is there anybody else having similar RSS problems?
    Anyone who knows the solution will you kindly respond?
    Thanks!!

  2. Hello there, I discovered your site by way of Google while
    searching for a similar matter, your website got here up,
    it looks great. I’ve bookmarked it in my google bookmarks.

    Hi there, just become aware of your blog thru Google,
    and found that it’s really informative. I’m gonna be careful for brussels.
    I’ll appreciate should you continue this in future. A lot of people will likely
    be benefited out of your writing. Cheers!

  3. Hey! I just wanted to ask if you ever have
    any issues with hackers? My last blog (wordpress) was hacked and I ended up losing a few months
    of hard work due to no data backup. Do you have any methods to prevent hackers?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here