BEM Unipa Tolak Hasil Penetapan Anggota KPU?? Ini Penjelasannya

13
Ketua BEM Universitas Papua, Pilatus P. Lagowan//IST

MANOKWARI, braind.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unipa dan sejumlah OKP Cipayung di Manokwari, menolak hasil penetapan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua Barat priode 2018-2023 dengan Nomor : 918/PP.06-Kpt/05/KPU/VII/2018 tanggal 17 Juli 2018.

Pasalnya, Timsel dinilai melanggar aturan . Dimana, ada salah satu anggota KPU yang di duga narapidana. Namun diloloskan dan ditetapkan untuk dilantik. Sejumlah OKP diantaranya DPC Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia PMKRI Cabang Manokwari St. Thomas Villanova, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Manokwari.

Demikian hal ini dikatakan Ketua BEM Universitas Papua, Pilatus P. Lagowan melalui press releasenya yang diterima braind.id, Senin (23/07/2018).

“Ini sesuai dengan syarat anggota KPU yang berbunyi Tidak pernah dipidanakan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetapi karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara (5) tahun atau lebih,”katanya.

Lanjutnya, apabila melakukan pidana pasti tidak terpilih, namun pertanyaannya kenapa hal ini terjadi dan tidak terbukti, ada ada apa dibalik semuanya ini?

“Timsel sebagai panitia yang ditunjuk oleh KPU RI wajib independen dan tidak memihak siapapun. Jika tidak, bisa merusak demokrasi di Indonesia secara umum,”beber dia.

Menurutnya, KPU sangat perlu berhati-hati agar tidak dituduh sebagai alat penguasa, sekaligus introspeksi dan memperbaiki sistem, menjaga netralitas, serta tidak sembarangan mengambil keputusan. Sebab menurut kami masyarakat sekarang sudah sangat kritis.

“Kami meminta kepada KPU Pusat untuk membatalkan Pelantikan bagi anggota komisioner KPU terpilih yang bermasalah. Hal ini harus dilakukan agar legitimasi pemilu ke depan bisa terjaga,”imbuh Lagowan.

Oleh sebab itu, sebut Lagowan, pihaknya sangat berharap kepada KPU RI untuk dapat mengambil kangkah agar dalam para anggota yang nantinya akan dilantik adalah anggota yang punya integritas.

“Kami tidak bisa bekerja sendirian, Indonesia yang besar hanya bisa diatasi oleh orang-orang terbaik melalui proses terbaik. Jadi harapan Indonesia digantungkan pada proses ini,”tutur dia.

Untuk itu, sekali lagi dirinya menegaskan bahwa BEM Unipa dan sejumlah OKP Cipayung menolak proses pelantikan bagi Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten dan Kota Provinsi Papua Barat periode 2018-2023, karena menurutnya telah melanggar aturan.

“Segera ditindak lanjuti oleh yang bersangkutan untuk diproses dan diadili sesuai proses hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,”pungkasnya. [RED/ONE]

13 KOMENTAR

  1. Greetings! I know this is somewhat off topic but I was wondering which blog platform are
    you using for this site? I’m getting sick and tired of WordPress because I’ve had issues
    with hackers and I’m looking at options for another platform.
    I would be great if you could point me in the direction of a good platform.

  2. May I simply say what a relief to discover someone
    who genuinely understands what they are discussing on the
    web. You actually know how to bring an issue to light
    and make it important. More and more people have to look at this and understand this
    side of your story. It’s surprising you aren’t more popular
    because you most certainly have the gift.

  3. My brother suggested I might like this blog.
    He used to be totally right. This submit actually made my day.

    You can not believe simply how much time I had spent for this information!
    Thank you!

  4. Wonderful beat ! I would like to apprentice while you amend your web site, how can i
    subscribe for a blog website? The account aided me a acceptable deal.
    I had been a little bit acquainted of this your broadcast offered bright
    clear idea

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here