Aksi Demo Mahasiswa Menuntut Pecat 5 Anggota Komisioner Bawaslu Malut

0
508

JAKARTA, braind.id Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan Koalisi Pergerakan Mahasiswa Indonesia, Mendatangi serta berorasi didepan kantor Bawaslu RI dan DKPP RI. Kamis (06/12/2018).

Koordinator Koalisi Pergerakan Mahasiswa Indonesia, Riswan dalam orasinya, “Mempertanyakan sikap bawaslu Maluku Utara (Malut) yang beberapa waktu lalu mengeluarkan rekomendasi diskualifikasi,” katanya.

“Rekomendasi itu menurut kami prematur dan terkesan dipaksakan, Aksi kami akan terus berlanjut sampai ada ketegasan dari bawaslu RI dan DKPP RI,” ujar Riswan.

Menurut Riswan, itu tidak mendasar, karena Bawaslu patut diduga melanggar kode etik yang melanggar asas netralitas, Sebagai penyelenggara pemilu.

“Proses Pilgub Maluku Utara sudah selesai melalui tahap-tahap proses sudah selesai, mari kita hormati dan hargai proses yang sudah selesai dan kita sama-sama membangun Maluku Utara, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Maluku Utara,” terangnya.

Untuk itu, kata Riswan, Koalisi Pergerakan Mahasiswa meminta, medesak Bawaslu RI agar menindak lanjuti putusan DKPP soal pemberian sanksi kepada tiga Komisioner Bawaslu, yakni ketua Bawaslu Maluku Utara dan dua anggota Bawaslu lainnya.

“mendesak Bawaslu RI untuk mencabut penghargaan yang diberikan kepada Bawaslu Maluku Utara sebagai pengawas terbaik dalam pengawasn pemilu, karena berdasarkan putusan DKPP Bawaslu Maluku Utara terbukti melakukan pelanggaran kode etik pada pilgub Malut,” ujarnya.

“mendesak kepada DKKP untuk memecat 5 anggota komisioner Bawaslu Maluku Utara karena telah melakukan konsprirasi dengan salah satu Paslon Cagub Maluku Utara yang itu dikuatkan dengan rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu untuk mendiskualifikasi salah satu Paslon Cagub Malut,” Pungkas Riswan. (RRR)