Aksi Demo APH-SULTRA Minta Perhatian Gubernur Terkait Ijazah La Ode Arusani

0

BUTON  braind.id – Desakan kepastian hukum atas ijazah La Ode Arusani (Plt Bupati Buton Selatan) di SMPN Banti-Tembagapura, Papua dan MAN Baubau, Buton sebagaimana yang terdaftar di KPU RI dalam pencalonan Wakil Bupati Buton Selatan pada tahun 2016, terus diaspirasikan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Hukum-Sulawesi Tenggara (APH-SULTRA).

Bertempat di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, mereka menggelar aksi demontrasi untuk meminta perhatian dan dukungan dari Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi. Senin ini, 29 Oktober 2018,

“Kami ingin Bapak Gubernur memberi perhatian dan turun tangan, agar kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum. Gubernur dapat bersurat ke Kemendiknas RI atau menugaskan Biro Hukum Pemda Sultra untuk melakukan pemeriksaan,” kata Firman, mahasiswa sebagai perwakilan APH-SULTRA, dalam orasinya.

APH-SULTRA sudah mengadukan masalah ijazah ini ke Polda Sulawesi Tenggara, tapi tidak mendapatkan proses yang memuaskan.

“Sampai hari ini kami belum mendapatkan alasan atau fakta hukum yang menolak surat keterangan dari Kepala Sekolah SMPN Banti dan MAN Baubau, bahwa La Ode Arusani tidak pernah bersekolah disana. Aneh, masalah yang begini gamblang, tapi Kepolisian tidak bisa tuntaskan. Itulah kenapa kami minta Gubernur turun tangan,” demikian Sul Harjan, Korlap demo APH-SULTRA ini.

Setelah demonstrasi, APH-SULTRA menyerahkan surat permintaan Gubernur Ali Mazi  turun tangan atasi masalah ijazah yang belum kunjung tuntas ini, dan menyerahkan bukti-bukti yang mendukung. Setelah diterima oleh staf Biro Pemerintahan Pemda Sultra, dan mendapat janji bahwa surat akan disampaikan kepada Gubernur, APH-SULTRA membubarkan diri. (dade)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here