Acara Berlalu, Santunan Anak Yatim Tak Kunjung Tiba

0

BOGOR, braind.id Sebagian anak yatim yang berharap mendapat santunan, harus menunggu janji panitia pada acara ‘Buka puasa Bersama 1000 anak yatim dan dhuafa’, yang digelar rabu 29 mei 2019 lalu. digedung Tegar Beriman Kabupaten Bogor.

Melalui aplikasi pesan WhatsApp (WA), Beberapa sumber menyayangkan acara Bukber yang digelar belum juga menyerahkan santunan kepada anak yatim, mereka mengatakan hanya mendapat janji-janji dari panitia. Semua percakapan nara sumber melalui WA pada Rabu 4 juni 2019.

Diantaranya, melalui percakapan dengan nama diprofil  WA Gusto Bay, yang mengaku dari Yayasan Sanggar Senja,

Ia mengatakan, “kalau santunannya memang belum terbayarkan, kalau dana talangan, saya kurang tahu pak, karena orang yang saya bawa cuma 14 orang dan sudah saya kasih tahu (pada anak yatim), karena panitia ada kendala masalah pencairan dana santunanya untuk sementara dipending  dan alhamdulilah (mereka para anak yatim) mengerti. kalau untuk yang lain saya kurang tahu”.

“Hanya saja sangat disayangkan acara sebesar itu bisa ada kendala seperti ini,” ketiknya.

Selain Gusto Bay, Berbeda jumlah anak yatim yang dibawa. Melalui pesan WA ketua RT 03/ RW 06, Kampung Kandang, Pakan Sari, Sofyan menjelaskan, “kemaren bawa anak yatim sama duafa total 34 pak plus pendamping. Dana talangan ga ada pak,” ketiknya.

Ia pun menyampaikan bahwa, “Saya belum menerima dana apapun dari panitia,” ketik Sofyan.

Sumber lain yang tidak ingin disebutkan namanya melalui percakapan WA menjelaskan, “Kalo talangan, yang saya dengar Ada dari salah seorang pak lurah yang nalangin dulu. Karna ada salah satu koordinator yang deket dengan pak lurah, Dan pak lurah tersebut juga gak enak sama anak-anak yatim dan duafanya” terangnya.

Ia hanya memberitahukan adanya yang belum menerima santunan, selain dari daerahnya, “Kasian ini anak-anak sudah mengharap mau beli ini.. itu.. jadi pada kepending, Dari yayasan yang lain juga kan y pak, Pada belum setahu saya,” ujarnya.

Salah satu Sumber yang merasa telah menerima, melalui percakapan WA, Ibu Habibah menjelaskan, “Saya utusan dari RT 02/01 pak, saya bawa yatim 5 orang tapi yang datang cuma 4 orang jadi kemaren di transfer untuk 3 orang saja,” terangnya.

“Sudah di transfer 3 orang,” katanya, dengan jumlah yang diajukan, “5 orang pak”. Ia pun pasrah dengan apa yang terjadi, “Tapi sudah lah pak.. udah lewat ini waktu nya,” katanya.

ia membandingkan dengan acara lain, “Ga di sebut nominalnya pak. Tapi kalau acara besar seperti itu biasanya anak-anak terima santunan lumayan besar 200ribu di tambah dengan bingkisan,” katanya.

Panitia menjanjikan semua akan dibayarkan, “Janji sampai di buatkan grup (WA) sama panitia, kalau mereka belum memberi uang santunan yang Panitia janjikan, grup gak akan di bubarkan,” katanya.

“Kalau saya sudah di transfer yang 70ribu itu, jadi saya di suruh keluar grup (WA). 210ribu pak 70ribu x 3 pak,” terang Habibah.

Sementara, nama di profil WA Supiah, dari bendahara yayasan menjelaskan, “Kami ikut di Acara ini pak. Benar saya bukan Ketua tapi di struktur saya Bendahara Rumah Singgah Tabayun Yayasan Nurul Taubat,” ketiknya.

“Kalau untuk dana talangan, ketua kami yang nalangin dana (santunan untuk anak yatim) pak,,” katanya, iapun mengirimkan nomor ketuanya untuk meyakinkan bahwa dana talangan itu dari ketuanya.

Supiah dijanjikan, “50.000/anak. Belum mas, panitia janji-janji terus dari malam kegiatan, Kami mau talangin Karena percaya sama panitia yang bilang katanya lewat jam 12 mau di transfer ke masing-masing ketua lembaga,” ujarnya.

“Sampai saat ini belum ada kabar,” katanya, lalu ibu Supiah meneruskan pesan WA nya yang diterima dari panitia, sebagai berikut:

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Dear pimpinan Yayasan Kami menginformasikan bahwa sampai dengan malam ini Pembina kita tidak bisa dihubungi. untuk itu kami bersama rekan-rekan yang pada hari ini berkumpul meeting memutuskan menimbang sebuah keputusan”,

“1 . karena layanan perbankan sudah tidak beroperasi sampai dengan waktu yang ditentukan maka kita tidak bisa melakukan transaksi baik tarik ataupun transfer dengan jumlah yang cukup besar”,

“2. Bahwa santunan dan ongkos tetap akan kami pertanggungjawabkan… “,

“Untuk itu dalam waktu dekat insya Allah kami nanti akan datang langsung ke masing-masing yayasan untuk menyerahkannya secara langsung”.

“Demikian informasi nya
Terima kasih”.

“itu konfirmasi terakhir dari mereka (panitia) Bilang Mau hari jumat terus hari Sabtu terus hari Senin sampai sekarang gak ada,” kata Supiah.

“Gak jelas kapan-kapannya yang jelas janji terus. Terakhir kemarin Senin (03/06) katanya jam 10, sampai hari ini (04/06). Sebagai ketua panitia malah gak aktif hp nya,” ungkapnya.

“Semoga Ada solusinya pak kami orang-orang lembaga hanya relawan Sosial yang gak punya gaji, sekarang tiba-tiba harus nalagin dana acara orang lain yang gak jelas,” pungkas Supiah.

Hingga berita ini tayang, reporter www.braind.id belum menerima balasan dari nomor ketua panitia, (TYr/Dev)