55 Tahun Engkau Masih di Sini (Indonesia)?

7
Markus Haluk, tim kerja ULMWP dalam negeri West Papua. IST

Oleh
Markus Haluk
55 tahun New Kolonialime Indonesia, Imperialisme dan kapitalisme mentancapkan kuku kakinya di Tanah West Papua – Melanesia.

Pada 55 tahun silam, Ir. Soekarno Cs menjadikan hari Buruh Internasional sebagai momentum mentancapkan Tiang Bendera Nasional Indonesia yakni Merah Putih di Negeri West Papua. Pada 55 tahun pula lamanya atas nama pembebasan Kaum Buruh Internasional (Nasional) dari Kapitalisme memperbudak Bangsa Papua.

Lima puluh lima tahun juga hukum dan kebijakan New Kolonialisme secara masif, sistematis dan terstruktur menjajah dan memperbudak Rakyat dan bangsa Papua Melanesia dan dalam kurun waktu yang sama pula, Engkau hendak membinasakan Bangsaku dengan sikap dan perilaku yang sama persis dengan memburu hewan liar di rimba raya.

Martabat dan harga diriku, Engkau lecehkan. Engkau terus membunuh rakyat dan bangsa Papua dengan bahasa dan sikap tidak beradap selayaknya manusia tidak berbudaya.

Sejarah kelam itu dimulai dengan angka keramat 1. Yaaa…kami teringat kembali pada 1 Mei 1964 di lapangan Gelora Bung Karno dihadapan ratusan ribu Buruh Indonesia Ir. Soekarno Presiden I RI berpidato bahwa 1 Mei adalah hari bersejarah.

Dimana, menurut Ir. Soekarno adalah hari pembebasan Internasional dan 1 Mei 1963 Irian Barat Kembali Kedalam wilayah kekuasaan Republik Indonesia. Maka 1 Mei 1964 kita rayakan 1 tahun Irian Barat kembali ke dalam KEKUASAAN Republik Indonesia

1 Mei 2018 lalu telah terwujud kata-kata ambisiusmu Pak. 55 tahun ini, dalam KEKUASAANMU Manusia Papua sedang menuju pada Kematian. Semua lini hidupku Engkau telah memporakporandakannya.

Kekayaan rahim Tanah Papua engkau sudah kuasai dan gadaikan kepada Kapitalis Internasional yang dulu Engkau anti dan memusinya. Engkau jadikan Papua masa depan anak cucumu. Hari ini di atas tanah luluhur kami sendiri, kami sudah menjadi minoritas.

Hari ini Engkau dengan senyum rayuanmu lagi, hadir bagaikan malaikat penyelamat menyiapkan Jalan, jembatan, membangun infra struktur, tol laut, tol udara, tol darat guna memperlancar migrasi massal atas nama pembangunan memenuhi tanah air West Papua sebagai pintu masuk taklukan pacifik.

Hari ini pula Engkau datang dan datang lagi utk masuk keluar hutan, naik turun gunug, menyisir lembah – rawah, mengarungi pulau utk menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsaku.

Engkau datang lagi kemudian menggedongku utk membuatku senyum sesaat namun menderita sepanjang hidup. Ditanganmu Engkau bawa mie istan, bawa beras, bawa pakain. Seakan aku pengemis kepadamu.

Ketika kami masih kecil, orangtua kami menceritakan kata-kata dari salah satu Jendral ambisiusmu. “kami tidak membutuhkan manusia Papua. Jika kamu mau merdeka, pergi saja ke pacifik atau meminta kepada AS supaya mereka kasih merdeka kamu di planet.”

Kami masih catat juga kata-kata guru TRIKORA yang Engkau kirim untuk mengindonesiakan kami.

kami ini datang membantu kamu saja. Indonesia itu Negara tetangga. Kami punya pengalaman di jajah oleh orang Belanda. Mereka itu kokonial dan menindas bangsa Indonesia. Sasaran kami mengusir Belanda itu. Sebagai Negara Tetangga kami datang membantu kamu.

Oleh Kelompok yang sama membisukan orangtuaku.
“Kami datang membantu kamu utk bersekolah dan menjadi pintar. Kami hanya didik kamu 25 tahun. Kalo kamu sudah mandiri, kami pasri pulang. Di sana (Indonesia) kami ada rumah, ada sawah, ada ternak, ada pacar, ada istri ada anak.” Begitu bujuk rayamu.

Pak, 25 tahun yang Engkau janjikan sudah lewat. Hari ini sudah 55 tahun. Apakah ini yang dimaksudkan dengan pembohongan?

Orangtuaku masih menyaksikan pada saat Engkau membawa semua peninggalan negara yang Engkau sebut Kolonial Belanda; perabot rumah, kendaraan, peralatan rumah sakit dan peralatan militer bahkan mengangkut botol kosong dengan kapal-kapal perangmu.

Kapal yang membawamu datang ke West Papua, selalu pulang dengan hasil jarahan. Rumah-rumah peninggalan pun Engkau jarah dengan bahasa rayuan manis bahkan dengan mengeluarkan timah panas dari senjatamu. Semua yang terjadi di depan mata – hidung kami. Seakan kami tidak percaya. Begitukah serakahnya Engkau?

55 tahun telah berlalu dan Engkau masih di sini. 55 tahun Engkau masih membunuhku, masih menyamakanku dengan bangsa hewan, “kemarin Engkau masuh menyamaiku dengan Monyet”. Apakah karena itu Engkau masih mencuri dan masih berdusta?

Maaf pak, kalo boleh tanya Apakah itu budayamu? Apakah itu yang menjadi landasan hidup bangsamu? Apakah ini juga ajaran imanmu?

Hari ini 55 tahun berlalu dan Engkau Masih di Sini, di sisiku. Engkau juga ada di depan dan dibelakangku. Engkau Ada dimana-mana. Melihat ini semua memang sangat menyakitkan utk berkata jujur. Namun, demi hidup kita di hari esok yang lebih baik, inilah harinya utk BERKAT JUJUR. Ini waktunya buka kembali tabir busuk 55 tahun itu. Kami pasti mamahaminya.

Tetap Pandanglah ke Kedepan, sambut Bintang Fajar Keemasan yang akan terbit Esok pagi.

Sebab kata-kata Guru yang Engkau kirim 55 Tahun silam adalah benar adanya bahwa kita pasti hidup sebagai 2 Negara Tetangga. Disaat itulah Engkau pasti akan mengerti arti Merdeka dan Berdaulat sebagai penggenapan dari Proklamasih 17-08-1945: Dari Aceh-Amboina bukan sampai West Papua.

Disaat itu pula Engkau akan sadar tentang arti 1 Mei sebagai hari BURUH sesungguhnya yakni Hari pembebasan kaum BURUH, Hari pembebasan dari Perbudakan dan Kolonialisme sebab

“penjajahan di atas Dunia Harus di Hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan perikeadilan dan bahwa sesungguhnya Kemerdekaan Itu ialah hak asasi setiap bangsa.

7 KOMENTAR

  1. I’ve been exploring for a little bit for
    any high-quality articles or blog posts on this kind of space .
    Exploring in Yahoo I eventually stumbled upon this web site.

    Studying this info So i’m happy to convey that I’ve a very just right uncanny feeling I found
    out exactly what I needed. I such a lot no doubt will make sure to don?t disregard this web site and
    provides it a look regularly.

  2. Superb post but I was wondering if you could write a litte more on this topic?
    I’d be very grateful if you could elaborate a little bit more.
    Cheers!

  3. I have been surfing online more than 4 hours today, yet I never found any
    interesting article like yours. It’s pretty worth enough for
    me. In my view, if all site owners and bloggers made good
    content as you did, the internet will be a lot more useful than ever before.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here